Minggu

Pasir putih
Ombak bergulung membuih
Derunya sampai ke seberang
Ucap selamat datang
Suasana alam tropika
Kegembiraan aneka
Lambaian nyiurpun memanggil.. *

Sepulang dari Nyenthir malam tadi. Sekarang lagi menikmati Kla Project album Pasir Putih, album ketiga yang diselesaikan pada medio Februari 1992. Dan Saybia ben asal Denmark dengan album The Second You Sleep. Bergantian.

Minggu pagi, bangun awal lantas meluncur mencari bubur nasi untuk kawan yang masih dalam tahap pengobatan. Karena semalam tak sempat menjaga mata untuk menonton tim favorit berlaga, alhasil bisa bangun lebih awal. Kabar baik tim kesayangan menang besar menambah poin tiga.

Sempat bersama kawan ke agen perjalanan untuk mengecek tiket pesawat, membeli nasi kuning untuk makan pagi sama siang, juga koran minggu yang tidak menyebalkan.

Hampir siang menuju bandara. Mengantarkan kawanku yang kurang sehat kembali ke rumah. Orang tuanya meminta dirinya untuk pulang. Setelah menimbang-nimbang, tiket dibeli di bandara. Penerbangan jam 12:50. Kawan masuk ke ruang tunggu. Aku pulang ke kontrakan.

Perihal nasi kuning. Nasi kuning ini sudah melegenda dari pertama aku menjadi anak kos. Karena menurutku paling murah dan banyak porsinya. Sekarang harganya sama dengan nasi kuning kebanyakan walau tak paling murah, tapi masih banyak porsinya. Menyenangkan dan mengeyangkan, dengan sedikit gelisah dan banyak syukur tentunya.

Untuk koran minggu, rubrik berita masih diisi perihal banjir yang melanda ibukota Jakarta. Koran minggu tentu beda rasa dengan koran hari biasa. Ada kolom favorit yang menjadi santapanku. Yaitu Cari Angin yang diasuh oleh Putu Setia atau Toriq Hadad. Kolom aneka rasa yang sedap lagi menyegarkan.

Rubrik penuh informasi seperti Fotografi, Buku (buku-buku yang sedang dibaca oleh Farhan–penyiar radio/pembawa acara), Olahraga, Sehat (memilih sepatu olahraga), Digital, Perjalanan (Vila Dinasti Rothschild, yang Wow).

Rubrik yang menghibur dan menggelitik ada Komik, suka mendatar dan menurun ada rubrik Senggang. Dan yang mencerahkan, rubrik Sastra. Singkat kesan untuk koran hari minggu ini, menyegarkan.

Hormat yang tinggi untuk para relawan, petugas kesehatan, penyelamatan. Seperti yang ditulis oleh Putu Setia,Jakarta lumpuh. Namun yang lumpuh hanyalah gerak kota, bukan “gerak hati”. Masih banyak orang yang tergerak hatinya untuk menolong.. Semoga yang sakit disembuhkan, yang sempit diluangkan. Semoga kita semua tetap dalam lindunganNya.

Pada debur ombak berikutnya,
aku terkantuk dengan mimpi yang tipis;
Sebuah jung. Deretan layar malam.
Dua orang di buritan
yang tak tahu mereka di mana.
“Tapi kita bahagia,”
kata salah seorang diantaranya..**

kamarhitam_januari20/13-kaset dan kopi
Anakwayang

*penggalan lirik Pasir Putih – Kla Project (lirik oleh Katon dan Adi)
**penggalan puisi “Di Mercu Suar” karya Goenawan Mohamad.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s