Karang

Hamparan pasir membentang, karang besar menjadi batas pandangan. Pantai yang sepi itu kini ramai bukan main. Anak-anak berlarian, anak bermain pasir dan air. Muda-mudi bergaya, muda-mudi mengumbar asmara. Tiga dua, satu. Satu dua, senyum. Banyak yag duduk-duduk melepas pandang diatas tikar sewa. Banyak juga sedang mengobrol di warung sepanjang pantai. Segalanya berbau kehidupan.

Kami duduk di depan sebuah warung. Di bangku dibawah pohon.
Angin berhembus, membuat dedaunan menari, begitu juga terjadi pada rambut kami.

Kami semua memesan kopi hitam, dan seorang kawan turut memesan mie rebus. Obrolan memanjang. Sepanjang garis cakrawala di beranda langit. Pelan kencang semburan ombak, membuat suara kami terdengar naik turun.

“bagaimana kalo kita jadi karang?”

“maksudnya?”

“tenang”

Karang begitu tenang. Dihantam gelombang bolak-balik. Bagai kehidupan. Masalah datang dan pergi. Tak bisakah kita tenang?

Menjadi ingat lagunya Iwan fals di album Hijau berjudul lagu satu.

“jalani hidup.. Tenang tenang seperti karang.. Sebab persoalan bagai gelombang. Tenanglah tenang.. Tenanglah sayang..”

“tapi bukankah kita sekarang ini hanya robot berbaju manusia?”

“maksudnya?”

“kaku, begitu dan begitu”

Satu persatu kawan berlari meninggalkan bangku. Menyambut lidah ombak yang menjilat pesisir. Mebasahkan tubuh seperti kepiting yang terdesak. Aku diam tenggelam dalam gelas kopi. Huruf-hurufku tersapu ombak. Nyaliku terombang-ambing serupa nyiur.

Kamu adalah kekasih pantai.
Menari-nari di pasir menantang gelombang.
Kamu adalah pujaan karang
Tenang-tenang di pesisir memuja gelap-terang
Kamu tetaplah kamu
Bagaimanapun itu

Godean_januari15/13-suara keyboard ayahnya dhanex
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s