Tegur

“Sebuah teguran untuk lebih hati-hati lagi. Lebih waspada.”

Sewaktu hendak mengambil film hitam putih yang masih di Central. Ponsel berjenis kulit kerang milikku terjatuh. Ku ingat terakhir ku mengirim pesan di lamer Sagan. Dan sadar-sadar ketika sudah masuk jalan Affandi seberang. Sontak arah kendali motor ku putar melawan arus kendaraan. Aku melipir, jalan di dipinggir melewati jalan yang ku lewati tadi lagi.

Setelah sampai di Sagan, tidak menemukan tanda-tanda yang melegakan. Sesal sempat menyerang. Ya sudah aku pulang dengan jalur yang sama. Mengutuk kecerobohanku.

Sedari berangkat sudah merasakan firasat jika ponsel ini jika di kantung jaket kemungkinan bisa jatuh. Dan benar, ketika lalai, ponsel pun jatuh.

Sesampainya di kontrakan aku langsung meminta kawan yang sedang menikmati kopi di beranda.

“Tolong, telpon nomor gw, hape gw yang flip-flop jatuh”

“jatuh di mana?”

“Sekitaran jalan UNY mungkin”

Motor kumasukkan kedalam rumah. Kawan yang dua sedang menatap televisi, tim kesayangannya sedang berlaga, yang merupakan tim kesayanganku juga.

“Bagaimana masih nyambung? semoga yang menemukan orang jujur”

“Masih, diangkat kayanya lagi dijalan ini”

“Coba telpon lagi”

“di-reject, mati”

Ya sudah, dalam hati berusaha melepaskan, bukan jodohnya mungkin.

Di kepalaku adalah mengabarkan orang rumah. Perihal kehilangan ini. Nomor adikku ku hubungi. Tak diangkat. Nomor bapak selanjutnya. Untuk menghindari penyalahgunaan, berdasar pada pengalaman seorang kawan.

Ketika sedang bicara sama bapak. Kawan di depan berteriak.

“diangkat.. diangkat”

“Alhamdulillah, pak, dah dulu ya. Hapenya udah diangkat”

Kawanku bilang yang menemukan  menunggu di dekat Mirota swalayan. Depan sebuah sekolah menengah pertama.

Kawan yang lainnya membantu mengeluarkan motor. Lalu meluncur meminta ditemani. Sepanjang jalan bersyukur bukan kepalang, masih banyak pasti orang baik.

Ada niatan hendak mengambil uang di mesin tunai, dekat Mirota saja. Ditunggu soalnya. Sepanjang jalan menerka-nerka tanya. Akhirnya dekat lokasi terlihat seseorang duduk diatas motor. Dengan ciri-ciri yang sama seperti kabarnya. Ku berhentikan motor persis di sebelahnya.

“lah, kok kamu”

Dia adalah orang terakhir yang ku kirimi pesan.

“iya tadi yang menemukan lagsung menelepon aku”

“oh, orang yang menemukan kemana?”

“udah pulang”

Setelah berbincang, kuucapkan terima kasih yg sangat. Maaf sudah merepotkan.

Lalu kami berpencar, pulang.

Sesampainya di kontrakan menelopn bapak lagi. Langsung bergabung menonton laga bila sepak. Sembari itu lewat jejaring kicau, ku tulis
Terima kasih buat org yg telah menemukan dan berbaik hati mengembalikan hp sy. Semoga Allah memberikan rejeki yg melimpah buat anda. Amin.

Ya, semoga teguran ini, membuatku lebih lagi, lebih waspada, lebih ber-“hati”-“hati” lagi. =)

Kamarhitam,januari14/2013-radiohead & iwan fals.
Anakwayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s