Tepi

Menggilas jalanan basah
Bermata empat
Dengan tujuh kepala
Berpunggung empat
Berkaki empat belas

Langit luntur tanpa warna
Langkah kaki diam bersuara
Tinggi rendah bukan tujuan
Teriakan renyah memecah jawaban
Tepi menepi
Sepi menyepi

Sampai kapan langkah akan berhenti?
Sampai nada tak lagi berarti.
Sampai kapan menerka hati?
Sampai kata tertusuk jari.

Angin malam
Sinar jalan
Cahaya genit ribuan
Decit waspada
Detak jelajah

Ketiadaan sedang diuji
Pengembaraan tanya sedang berimaji

Pinjamkan aku sebentar saja berani
Sejenak,
Akan kuketuk pintu itu
Mengembara sekat-sekat hatimu
Kuhirup aroma tubuhmu

Dalam perjalanan_januari12/13-motor fuad
Anakwayang

One thought on “Tepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s