Stasiun

Sinar sang timur absen menyambut datangnya kereta. Selepas Gombong pukul lima lewat, awan masih berkumpul akrab di cakrawala, pagi seperti dini, kuning-kuning langit bungkam sakit gigi. Memandang sepanjang jalur kereta pak dan ibu petani sudah mengambil gerak mulia mereka, tanah-tanah basah tergenang mulai dibelainya. Teringat ku akan si Maman, seorang tokoh yang hebat bagiku, yang kerjanya semangat, dari membersihkan selokan hingga asisten pedagang, karena tubuhnya yang “beda” menjadi bahan ejekan dan olokan orang-orang dalam Cerita dari Jakarta. Beristrikan seorang perempuan tuna wicara yang juga bernasib sama menjadi ejekan dalam cerita. Yang dari wajah istrinya itu Maman berbahagia, istri yang tak pernah bertopeng marah atau sedih.

Sawah dengan padi yang masih mungil, rapi berbaris. Musim hujan air tidak jadi susah, namun jika berlebihan jumlahnya, tenggelam sudah sawah-sawah, semoga tak tenggelam senyumnya. Para siswa sekolah berangkat menggunakan sepeda, berdesakan di angkutan desa. Bentangan hijau, lalu lalang lalu lintas. Stasiun Kutoarjo, Jenar, Wates, Sentolo dan berakhir di Lempuyangan. Seperti urutan begitu.

Tiba ku di lempuyangan, kira-kira pagi pukul 7. Kereta Progo yang ku tumpangi ternyata telat. Bisa sebab di Stasiun Cirebon menunggu lebih dari satu jam lamanya, entah menunggu kenapa. Selepas Wates pintu kereta kubuka, bersiap dengan kamera ponsel, membekukan kepala kereta dan anak-anaknya yang berbelok ria. Aku ditegur petugas untuk menutup pintu, dan kuberikan alasanku, setelah memotret kereta berbelok akan kututup pintunya.

Dari lempuyangan lalu ku berjalan menuju Kotabaru, di depan sebuah Sekolah menengah pertama, ada shelter TransJogja, IDR 3000, “terminal concat,” kataku pada petugas, dibalasnya “nanti naik bis 2A” dan aku duduk di bangku plastik macam bangku “warung pinggiran”. Dalam bis “Anak Setan” mengisi telinga, lala.. lalala.. Orang-orang tetap menganggapku anak setan, begitu Sawung Jabo bernyanyi.

Sampai di terminal Concat lalu kulanjutkan berjalan menuju kontrakan. Menyapa penjaja koran di lamer (lampu merah) atau bangjo (abang ijo) atau setopan, juga APILL (Alat Penanda Isyarat Lalu Lintas) terserah menyebutnya apa. Kuberikan 2000 uang kembalian karcis bis, diberikannya aku koran tempo. Hari senin beritanya tak menarik, hanya rubrik ilmu dan teknologi yang menggodaku, perihal gajah yang di racun akibat perluasan lahan perkebunan, yang parahnya adalah wilayah hutan lindung. Serakah!

Menyeberang, mampir dulu di nasi gudeg tanpa gudeg karena berbahan nangka, dan aku tak doyan, cukup sambal krecek, tempe dan tahu dan teh hangat. IDR. 6500 berubah kenyang. Sampai ku di kontrakan, suara Cimeng menyambut, dengan auman imutnya turut wangi semriwing dari hasil Cimeng bereksresi didalam kandang yang tidak disertakan kotak pasir. Setelah membersihkan kandang. Ku sendokan makanan khususnya, dan menuangkan air. Aku melanjutkan membersihkan kamar dan sebagian ruang di rumah yang hampir satu minggu kutinggal, menyapunya dan mengepelnya.

Sambil bebersih, kuputar kaset Franky dan Jane, “renyah dan gurih pagi ini,” gumamku sambil bergerak maju mundur dengan peralatan pel. Cimeng sepertinya ingin membantu, dikejarnya kain pel yang bergerak-gerak itu. Oh Cimeng, makin aktif saja polah kau. “Cepatlah besar wahai Cimeng, cabik-cabiklah congkaknya dunia”

Habis bebersih kulanjutkan memutar kaset netral “tidak enak” dan “oke deh” jadinya kopi pelaut yang kuseduh dan koran senin menjadikan pagi menjelang siang ini, rasanya oke, enak deh.

Dari adiknya yang pergi terisnpirasilah Maman, berbahagialah dia lagi beruntung akhirnya. Semoga keserakahan tak membuatnya mati diracun.

Hai Bernadetta, dari stasiun ke stasiun, aku pun menjadi binatang.

kamarhitam_januari7
anakwayang

2 thoughts on “Stasiun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s