Senen

Stasiun kereta populer yang hampir (selalu) menjadi awal mula pada suatu malam jika aku pulang ke Tengah. Berlokasi di Jakarta Pusat. Berkode stasiun PSE.

Dari rumah kali ini, aku mencapai kesana dengan menumpang Transjakarta yang kali ini menguji lagi, dengan lamanya, dan dengan sesaknya, hingga Cerita dari Jakarta tak dapat kubaca, tertutup kepala yang rapat berdiri, lampu terhalangi.

Pasar Senen memiliki 2 pintu masuk resmi bagi penumpang. Pintu masuk utara dan pintu masuk selatan. Penumpang pogo, kereta ekonomi tujuan akhir lempuyangan kebagian masuk lewat pintu utara.

Di depan pintu masuk petugas melakukan pengecekan nama di karcis dengan nama di kartu pengenal. Sesuai, aku masuk, menuju tempat listrik untuk mengisi daya baterai.ponsel. Di ruang tunggu stasiun sudah lama tersedia “Free Charge”. Sebelum ada fasilitas “Free” itu. Butuh 2-3 ribu untuk hal tersebut.

Sambil menunggu daya baterai hampir penuh. aku berkemas ulang, merapikan barang dalam tas, menyantap kue pemberian dari kawan yang tadi sempat main ke rumah sebelum aku berangkat.

Jam delapan tanda-tanda kereta progo merapat ke jalur 1 mulai tersiar. Dan aku mencukupkan diri menyambutnya. Ku sudahi mengisi daya, tertulis di karcis K3-2/ 5B. Kurang lebih berarti, kereta ekonomi-gerbong urut dua/nomor kursi 5B. Nama penumpang masihlah sesuai.

Setelah menaruh tas dekat bangku sesuai karcis, seorang ibu meminta ijin, untuk bertukar bangku, kareamna anak kecilnya memiliki karcis terpisah, 2B di gerbong tiga. Baiklah kukabulkan permintaan ibu tersebut. Muhammad Andi nama karcisku sekarang. :D Setelah mundur ke gerbong tiga. Bertukar tempat duduk lagi. Lain ibu memintaku duduk di 24D. 2B akan ditempati oleh anaknya yang bernama Frida Aisyah 9 th. Karcis ikut ditukar. Selang sebentar saat duduk di bordes dan menikmati sigaret, terbesit tanya, apa nanti gak timbul kecurigaan oleh petugas? Walau tak perlu ada ketakutan, tinggal bermain lidah. Kutukar kembali karcisnya, Muh. Andi saja namaku, menghindari bermain lidah dengan petugas apa reaksinya jika karcisku bernama Frida aisyah 9th.

Dan 24D/24E tempat yang asik, menurutku. Duduk dengan pandangam mengarah ke depan, berjumlah bangku dua, jadi ada ruang berselonjoran. Dekat bordes juga. Jika masam tak jauhlah permisi-permisinya.

Sebelahku persis pemuda menuju Tulungagung, dia mau menyambung kereta dari Jogja, karena tak dapat tiket kereta langsung, juga “bis mahal” keluhnya.

Senen berbagai macam orang berkumpul di ruang tunggu, di peron, di depan pinth masuk, di loket tiket, bergerembol/ sendiri membawa macam tas, kardus, hingga karung. Begitu khas dengan labe ekonominya. Entah di Gambir seperti apa, stasiun yang dikuasai kereta “eksekutif” itu. Belum pernah ku merasakannya. :p

Coretan dihinggapi cium semerbak minyak angin, penumpang yang duduk di deret kursi 21, seorang ibu, sedang mengerik anak lelaki kecilnya, seumuran SD. Membayangkan kawan yang anti minyak angin ada disini, bukan main repotnya. Begitu khas gerbong ekonomi ini.

Anak-anak kecil yang berteriak meminta perhatian. Pedagang kopi yang menyusup. Pedang mainan juga. Petugas restorasi yang menawarkan nasi goreng. Dan kepala-kepala berisi macam-macam pertanyaan. kepala-kepala yang bersandar dengan mata terpejam. Lempuyangan hampir sepuluh jam lagi. Cerita dari Jakarta siap, bersama Mangan ora mangan, kumpul. Dari minggu hingga senin.

Derunya meneriakkan cerita
Lalu lalang cahaya berkejaran

Menuju tengah ku bersandar
Dalam kepala hadir bayangan

Sampai jumpa kamu disana
Sampai jumpa
Sampai waktu menukar rindu
Sampai daya mengganti asa

Bangkukereta_januari-derudesing
Anakwayang

4 thoughts on “Senen

    1. Haha. Absen sepertinya menu pecel. Atau dia dtg disaatku tertidur. Kalo perjalanan kereta ke Bandung sering banget ketemu. Pecel.. Pecel.. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s