Jeda

Musik yang berhulu dari kaset pita melantun naik turun, mungkin pitanya sudah tidak sehandal dulu. Inilah hantaran yang harus kuterima, termasuk senandung rindu, membayangkan misal aku dan kamu bernyanyi seperti itu, tapi sungguh aku malu, suaraku masih kalah bagus sama knalpot motornya bang Baron yang gagah itu. Ini nasib? Bisajadi. :p

Entah apa penyebabnya, itu pun tak kucari tahu, biarlah dia terbang di pikiranku. Senja yang selalu bercerita baik di pojok kamar, di dalam kendaraan, di tempat paling indah sekalipun, senja selalu berbeda. tapi bermuara pada satu. Ingatan.

Di meja ini. Atas nama rindu, kuketik sajak lalu.

bedanya apa baru dan tidak lama.
aku berdamai dengan rasa ini
pintunya lenyap
jendelanya gelap
yang ada hanya dinding
dinding dan dinding
diam dan beku

aku ingin mengangkat senjata
untuk apa?
aku belum mampu
aku tidak tahu

sosok yang terciprat cahaya lampu
datar dan terlihat sendu
pikirku, apa lelah?
ku endus wangimu di pinggir langit
kutarik dalam, dengan begitu dalam
apakah rinduku berlalu?

diantara desis suara Franky
diantara renyah suara Jane
aku tertangkap dalam kotak

begitu cerita berlalu,
suatu ketika begitu tak kenal orang dekat
seputarnya
begitu cerita berlalu,
suatu ketika begitu dekat orang tak kenal

utara di timurmu
timur di utaraku
aku tak mau bersembunyi
rasanya aku sudah jauh mencari
di dalamnya hati
kamu seperti cuaca
takkan mudah dibaca

Jeda!
suaraku terlindas dalam malam, lagi

kamarhitam_26/12, album lagu-lagu sukses Franky & Jane
anakwayang

*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s