Malas Mandi

Perkenalkan dia kucing kami, bernama Cimeng, kucing berbulu dominan hitam. Saya temukan di belakang rumah kontrakan. Berkelamin jantan, yang sempat simpangsiur kami mengira Cimeng berkelamin betina, seorang teman meyakinkan kami, dan kekaburan jenis kelamin terjawab sudah. Sekarang dikira-kira berumur 4-5 bulan. “Bener gak meng?” oh dia sedang tidur.

Cimeng adalah penghuni terbesar kedua kebun binatang “gembira kontrakan”, setelah Cemong. Lebih dulu ada semut, laba-laba, lalat, kecoa, cicak, bahkan mungkin tikus, pernah juga ada burung. Sebagai penghuni yang diakui sebagai anggota keluarga kontrakan. Cimeng adalah hewan yang responsif kejut, berbeda dengan Cemong yang kami temukan di pasar. Cemong lebih kalem, mungkin karena sudah biasa bersentuhan dengan manusia.

Cimeng siang ini mandi, kelebihan cimeng adalah dia hewan yang baik, sehingga membiarkan kutu hidup di tubuhnya, namun kebaikan itu ternyata yang membuat Cimeng sering garuk-garuk. Kami takut dia lebih mirip “munyuk” ketimbang kucing, dan karena itulah kami memandikannya. Menggunakan shampoo pemberian dokter hewan (drh) kepercayaan kami. Ketika pertama kali ditemukan si cimeng memang berkutu banyak, lalu kami bawa dia ke drh. kemudian di berikan suntikan, serta shampoo. Ternyata Cimeng memang baik sekali, membiarkan sebagian kutu-kutu itu tetap hidup. :D

Cimeng termasuk kucing anti air sehingga malas mandi dengan air sendiri, karena kucing memang punya caranya yang khas untuk membersihkan badannya. Ketika dimandikan dengan air Cimeng akan berontak hebat, dan itulah tantangan kami sebagai temannya. :D Setelah mandi kami keringkan dengan handuk, Cimeng memiliki bulu pendek jadi kami tak perlu pengering. Setelah tubuhnya yang basah di keringkan dengan handuk, kutu-kutu yang mabuk pun keluar, lalu kami “pites” satu demi satu. Maafkan kami kutu. :(

Kelebihan Cimeng lainnya adalah dia suka menemani saya dan teman-teman di kontrakan. Misal ketika saya sedang berlagak jadi mahasiswa akhir, dia dengan muka polosnya datang ke kamar dan segera loncat ke dalam pangkuan, seperti minta di”elus-elus” lalu kalau sudah puas dia akan loncat ke mesin pencetak yang sering dijadikan singgasananya tidur sejenak, Cimeng juga suka tidur diatas sendal atau kulkas (untung dia tidak tahu cara membuka pintu kulkas bisa-bisa dia tidur di dalam kulkas :p ). Kelebihan lainnya adalah Cimeng tidak mudah mutungan (ngambek, misal mogok makan) jikalau kami ajak bercanda, suka merajuk ketika kami sedang menikmati makanan. Dia memang pandai sabotase. :D

Itulah makhluk lucu dan iseng teman kami, Jika ingin dimandikan/diberikan vitamin dia akan bertingkah enggan. Ketika terdesak, diajak sesuatu yang tidak suka (seperti mandi) dia akan keluar naluri ke”hewan”annya, meraung hebat dan cakarnya dipamerkan. Untuk itu kami sudah siap dengan resiko tercakar. Mungkin saja bisa terjadi untuk manusia sendiri, jika terdesak akan sesuatu yang kurang disukanya, keluarlah naluri ke”manusia”annya. Ehm.. *menyeruput kopi

Ah saya jadi mau cerita tentang Cemong juga, yang masih vakansi dan belum pulang itu. Dia adalah salahsatu dari sekian banyak alarm handal. Oh Cemong, Pulanglah! Cimeng tak ada teman seangkatan yang bisa diajak bersendagurau.

Kamarhitam, 26/12
anakwayang

2 thoughts on “Malas Mandi

    1. Tidak kabur kak, spertinya dia sedang vakansi. Sejak kenal dengan pejantan memang dia sering vakansi. Tapi yang ini yang paling lama, hampir dua pekan. :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s