Selamat Natal Teman

Langit sekitar kontrakan malam  cerah adanya. Menarik sebatang sigaret sembari membuka kotak ingatan. Bagaimana selagi di Ambon dulu dalam menyambut hari raya umat Kristiani yaitu Natal.

Aku yang saat itu masih berseragam sekolah dasar turut merasakan gembira datangnya hari Natal. Karena banyak temanku merayakan Natal, dan kami selalu bergerombol berkeliling komplek merayakannya, dari rumah ke rumah.

Suasana hangat, cerah dan bergembira. Mengantongi permen dan coklat. Menyantap kudapan, beraneka minuman soda warna warni yang tersaji. Ruang tamu yang ramai dan berwarna.Ya keriangan selalu tercipta di hari biasa apalagi di hari besar.

Saya ingat ketika Santa Claus yamg sering saya bilang sinterklas datang dengan menggunakan mobil bak terbuka mengunjungi teman-temanku. Dan aku pernah sembunyi karena takut melihat musuh santa? Beratribut hitam? Mukanya di lumuri cairah hitam dan membawa sapu lidi lupa saya namanya, Piet hitam (Zwarte Piet)? lalu ketika rombongan santa bergegas meninggalkan komplek. Kami berlarian mengejarnya. :)

Sebagaimana ingatan ulang yang baik tersimpan. Apapun itu, kalian adalah bagian dari cerita perjalanan seorang awam ini. Yang entah kenapa masih tak habis pikir ada saja orang begitu tega membuat kerukunan itu sulit terjaga.

Dari pandangan bulan yang berkawan bintang di cakrawala malam ini. Saya segenap rindu akan jalinan cerita yang tercipta mengucapkan Selamat Natal Teman. Damai kasih di bumi sekalian semesta alam. Jabat erat.

beranda_24/12
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s