Inggris di Kotagede

Pesan singkat baru saya baca ketika sampai di kamar kontrakan, berisi tentang ajakan ke forum yang diadakan di Kotagede. Baiklah saya akan hadir, setelah itu bisa berkunjung rutin ke Pasar Senthir.

Sehabis maghrib saya meluncur dengan sepeda, lewat UIN Suka, ke selatan sampai Balai Kota, lewat jalur alternatif sepeda Janturan tembus di Jalan Veteran, terus bingung. Haha. Untung ingatan pulih pada saatnya. Itulah asiknya bersepeda bisa berpetualang melewati gang-gang sempit, dan heboh melihat jalan yang pernah dikenal. Pasar Gede sudah terlihat. Sebentar tanya, sebentar lagi sampai lokasi.

Bertanya dengan seorang tua, terlihat bapak susah sekali menjelaskan ke saya. Jika beliau kesulitan berbahasa Indonesia, Maka saya yang gagal menjadi ke-jawa-jawa-an, bahasa jawa percakapan saya begitu pas-pasan. Lalu bertanya kepada orang kedua, patokan sudah didapat, dari Pasar Gede ke barat, kurang lebih 50 meter ke timur ada gang pertama ke utara itulah tempatnya, Pendopo Sopingen. Saya turuti anjuran petunjuk jalan bapak kedua, tak lama, celingak-celinguk saya, ada suara yang memanggil, itu adalah suara mas Ngaliman, haha. Sedang menunggu mas Agung katanya, jadilah saya tidak perlu menyasar sendiri bisa bertiga sepertinya, dan tak lama mas Agung datang kami menuju ke pendapa-joglo Ngaliman-namanya. Ceileh Ngaliman begitu tersohor ternyata. Heuheu.

Sampai di forum yang sudah mulai, sembari salaman, maaf terhatur akibat datang yang terlambat. Kami pun bersenyawa dengan lingkaran. Disilahkan memperkenalkan diri, kami pun diberi penjelasan tentang forum tersebut, forum belajar sejarah berpadu dengan bahasa inggris.

Forum belajar yang diprakarsai oleh mahasiswa UGM yang sedang Kuliah Kerja Nyata ini mempunyai tujuan berbagi ilmu tentang berbahasa inggris bagi pemandu, yang diharapkan pelaku adalah warga Kotagede dan sekitarnya. Dengan tugas akhir dipertemukan dengan turis asing dan mempraktekan apa yang sudah dipelajari dari forum yang akan dilaksanakan rutin 2 kali dalam seminggu ini, tugas akhirnya pun pertengahan Desember jelasnya.

Dan setelah diberi penjelasan lanjut lalu kami dibagi per-kelompok untuk membuat kalimat/cerita tentang Kotagede dan menyampaikan kepada forum menggunakan bahasa inggris, seolah-olah kami sedang menjelaskan apa yang menarik dari kota gede kepada turis, Saya, ngaliman dan agung ketawa-ketiwi saja jadinya.

Saya pun dapat mengarang bahasa inggris dengan bantuan mbak mentor yang sepertinya bernama eva. Ah maaf saya lupa, yang saya ingat mbaknya berkaca mata, dan pastinya pintar berbahasa inggris, Sebelumnya si mbak memberi saran kepada kami. Ketika berbicara dengan orang asing ada 3 hal yang perlu diperhatikan. Satu, suara yang lantang, dua, harus percaya diri dan tiga adalah tatapan mata. Namanya berlatih, bisa-bisa kalau usaha.

Setelah merangkai kata dan kalimat dalam bahasa indonesia se-kena-nya akhirnya cerita saya dibantunya jadi seperti ini.

Good evening everyone, my name franky. So I am cyclist I go to Kotagede using a cycle. For me Kotagede is interisting because of its unique cycling route.

Hahahaha. Jadi Kenthir sendiri. Saya beruntung atau tertolong ketika saya menjelaskan kepada forum, joglonya sedang padam listrik. Jadi, dengan bantuan penerang dari ponsel unsur tatap mata bisa samar ternilai, pede setengah, kencang setengah jadinya satu. Yeah saya yang paling singkat dan payah, haha, yang lainnya pada keren. Ada yang bercerita tentang kue, tentang tempat favorit, tentang makanan. Tentang lainnya.

Sebelum forum berakhir, mahasiswa asing yang ikut sebagai pengisi materi memberikan tips. Ketika berhadapan dengan turis, berusahalah menjadi teman. Gunakan pandangan yang wajar/ tak usah pakai melotot. Jangan ngomongin turis dengan bahasa Indonesia/apapun, kita tak pernah tahu diantara mereka ada yang paham bahasa itu atau tidak. Jika ada itu sangat mengganggu katanya. Hindari menanyakan agama, umur dan hubungan (menikah, pacar). Dan terakhir hindari Shoot and Run, kalau mau ambil gambar sebaiknya pamit dulu, mutung loh nanti bulenya, heuheu.

Selesai itu kami bubar, sabtu malam akan diadakan lagi. Mari yang pemuda-pemudi lokal bisa belajar, ada wadah yang asik tuh.

Saya pun meluncur segera ke Pasar Senthir. Sebelum benar-benar bubar, syukurlah masih bisa bertatap muka bertukar cerita dengan pedagang di sana. Sekian dan sudah cukup ceritanya.

Kamarhitam. Franky & Jane, Led Zeppelin.

anak_wayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s