ber-jalan

berjalan diantara jemari yang menarikan panggilan kerinduan
di antara bising dan sunyi yang perlahan menggoda arah mata angin

dalam nafas rindu yang tak kunjung tenggelam
nampak berkaca
nampak berpintu dan berjendela
hingga dinding yang kian jemu mengaduk udara

kamu yang membuat langit kayu ini bergambar
kamu yang menyanyikan setiap langkah
kamu yang diam ketika memendam badai angin

tak lepas dari segala biru yang pernah tersaji
tak urung asa untuk mengantar sekarung kuning keemasan dari cakrawala
untuk mengarungi harimu

dari tanah yang mulai berkabut dengan kertas
dari langit yang berterbangan akan kata-kata
dari laut yang mengalir derau-derau kisah

dan di sini
berjalan dengan kepala
berjalan
masih berjalan
hingga nada tak lagi sama

Kursi tanpa ayat. Satu jam setengah menuju Agustus.
anakwayang

2 thoughts on “ber-jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s