Langkah Tiga

Adakah Tiga

berjalanku dalam langkah yang perlahan

meninggalkan sebentar dunia, sebentar

dunia dengan tapak-tapak luka yang berserak

dunia yang berisi nyanyian-nyanyian puja-puji yang menyala

 

di bawah langit seberapa jauh jari menunjuk

di atas tanah sedekat jejak meninju

 

aku melangkah terus, terperangah terengah-engah

dahaga lepas tersiram hujan asam

angin dingin menyelimuti telinga

matahari senja membakar, membutakan telapak kaki lamunan

 

aku terus berjalan, sesekali mengatur nafas

merapikan kembali titipan yang berubah arah

mencoba membuat nyaman sekitar ego amarah

mengubur dalam dunia yang sebentar kutinggalkan

 

semakin dekat langit-langit biru dengan rambut awan putihnya

semakin dalam pula cintaku pada tanah yang gersang dengan akar menjulang

 

aku tak harap seperti lautan luas menyegarkan

harapku jadilah air enyah

yang ketika datang dahaga hebat

aku menetes cukup perlahan, sangat pelan

meninggalkan ruang yang membuatku terlindungi

melindungi dari tawa sendu diri bersama

 

Lukanya tenggorokan , pahitnya kopi hitam. Sesak mejamuka , 22 april

anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s