Preambule-Preambule(an)

ricoh f50s

Januari akan segera berakhir, kurang lebih 5 hari lagi berganti Februari, bulan awal tahun ini saya niatkan sebagai bulan mengambil gambar dan berbagi foto. Saya akan mengisinya  di rumah foto yang saya kontrak gratis. Berharap seperti sebuah foto yang selalu menyimpan bercerita dengan warna warni yang dikandungnya, begitu juga dengan hitam putihnya yang cenderung ke-abu-abu-an. Seperti itulah, semoga di hari kedepannya, paling tidak hari-hari tetap menyimpan cerita biasa maupun tidak. Dan kapan pun siap kembali bercerita.

Foto-foto yang saya ambil menggunakan apasaja, baik kamera ponsel, maupun kamera warisan sang bapak kamera point and shoot yang tercinta, Ricoh F50S kamera analog yang masih menggunakan film, walaupun harga film dan biaya tetekbengeknya yang menujukan grafik meningkat alias terus naik, haha seperti halnya sembako saja :D tapi terlanjur cinta bagaimana lagi.

Bulan yang baik, yang kuawali dengan berkumpul dengan keluarga, membangkitkan memori indah dalam waktu yang singkat. Sebagai anak rantau, waktu berkumpul dengan keluarga adalah cita-cita, walaupun jarak tak pernah berbicara banyak. hanya waktu yang sering berteriak.

Berkumpul dengan sanak saudara, handai taulan, dan kawan sekalian alam. Melarutkan diri dalam dialog yang tak teratur, loncat sana kemari, menenggelamkan diri dalam larutan-larutan kopi di gelas yang tidak biasa, mengolah obrolan permukaan menjadi tawa membahana.

Tak sedikit yang membuat saya selalu rindu untuk berkumpul dan bercengkrama dalam gelap. Di kota ngehe yang tercinta ini. Sebelum pada akhirnya harus menitipkan rindu pada debu-debu, teriknya sinar, dan genitnya lubang jalanan. lalu kembali dalam pelukan rumah kedua Utara Jogya dekat pohon rambutan.

Bulan yang baik dengan kabar teman-teman yang akan sidang. Doa dan semangat kalian. Santai saja aku akan menyusul kalian. Kalian adalah orang keren! \m/

Sudah kiranya cukup preambule ini. Blog antah berantah yang berbahan bakar seperti dahulu kala, dimana rumah ini pertama kali ada dikepala lalu dibuat, bernafaskan kesenangan, kegelisahan dan ketidakpahaman . Tak lain dan tak bukan untuk merekamnya, membaca kembali, mengulang dan memahami, membuat perubahan demi sang dewa proses, baik cara berpikir, mendengar dan tentunya berbagi apasaja.

Karena saya percaya kalian pun percaya bahwasanya berbagi apasaja tak pernah membuat kalian merugi.

viva la diatasbumi, viva la teman petani.

 

Jogya, dengan laci meja yang terbuka

anakwayang

2 thoughts on “Preambule-Preambule(an)

  1. foto-foto memoto difoto memoto hingga pemfoto :)
    merekam kejadian dengan beragam cara dan menggunakan akal, gambar, tulisan, biacara

    semoga ilmu-ilmuan dan atau pengetahuan pasti tak lekang oleh zaman seperti kata siapa itu ya

    1. iyak. merekamnya dalam bentuk apapun, membuatnya seakan beku, tapi bernafas, dan suatu saat tibanya waktu, sosok itu akan bercerita banyak. hehehe viva la documentación :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s