Boneka (yang) Lucu dan Pintar

aku dan kamu :)

Jakarta, 7 September,  sekitar pukul 06.00 sore. Dan disanalah saya resmi menjadi kakakmu. Kita selalu bersama satu atap, satu kasih. Orang tua, sanak saudara,  langit maupun bumi bersukacita. Namun setelah kota ini menjadi pilihan melanjutkan studi kita mulai membiasakan “terpisah” untuk sementara. Sekarang umurmu sudah 21. Saya dan Kamu bertemu hanya karena waktu dan tumpukan kerinduan. “21 masa yang lalu ketika tangisanmu membahana di kala fajar tenggelam. Disanalah kerinduan dimulai. Rasa sukacita menghiasi langit2 jakarta.”

Nuansa dimana kami bersama, kakakmu yang jahat ini selalu merindukan dimana kamu adalah temannya, sahabatnya, musuhnya, “Sampai kapanpun nuansa itu perlu dibangkitkan dr tidurnya.. Mengkoreksi mimpi2 dari semua bagian cerita yg terangkai. Seimbang.”

Bagaimana dulu kami diajarkan mencintai masa, dengan bapak yang mengerti dokumentasi, dan ibu yang pandai memasak. tentu tidaklah salah karena mereka menghadiahkan kami dengan ber-album-album musik kanak-kanak kami. menyanyi dan bertengkar. terbiasa tidur dengan berteman suara, radio. Mainanmu boneka, tidurmu pun berteman boneka. “Lantunan nina bobo dahulu yg berganti menjadi lady gaga kini janganlah menjadikanmu orang yg lupa. Mainanmu tetap sama, boneka yang lucu & pintar.”

Dan tentu bagaimana mereka mendidik kami dengan nyanyian, dengan pidato bijak. tentulah kami tak ingin makar terhadap caranya. bagaimanapun kami sudah terpetak-petak di pulau berpenghuni terbanyak ini. Ingatkah tasmu jaketmu, sama saya berwarna biru kamu menyukai kuning, jaketmu mu kuning tas mu juga. saya biru. “Nyanyian mama, Pidato bapak, slalu merdu. Beliau mncintai & mnyayangimu dgn cara yg unik.. Tak brkurang meski langit jd pijakanmu.”

Sebagai orang terdekatmu, namamu dibawahku persis dalam format resmi negara. Karena kami, adalah mata angin sepasang-sepasang. sampai kapan kebersamaan ini. tentu tak ada yang lekang, pasti tertelan zaman. Tapi langitmu sama, tanah yang kau injak sama. “Langit tak lebih dr sjengkal. Laut tak lbh dr sekolam, tanah tak lbih dr sepetak, udara tak lbh dr sehirup. Karena smuanya smentara”

Ingatkah dirimu dengan rambut panjang lurusmu dan selalu mendapat pujian karena memang bagus rambutmu, sebelum berangkat sekolah mama menyisirkan rambutmu, rambutku, mengkepang rambutmu, membelah pola rambutku dengan pinggir dan teramat rapi, menggunakan minyak kayu putih, dan bedak. tentu bukan tanpa alasan kami diperlakukan seperti itu. “12 Kawanan itu kamulah yg feminim.. Dgn segala kmampuan naturalmu. Logis & kritis opsi terbaik dlm bertindak.. Sehatlah jiwa & raga..”

Bagaimana batasan yang tak terbatas ini bisa terekam terinspirasi dari lagu sang petualang, kamu dan aku bagai sama-sama seorang petualang dengan dunia yang tampak beda. Ada baiknya sikap dan pola pikir kami berujung pada alam raya. “bersikap seperti lautan. tabah bak nelayan melawan bdai. Ikhlas layaknya karang menunggu glombang. Berteriaklah sebebas camar. selamat milad adikku.”

Rinduku tebal tentu akan semakin tebal. Nikmatilah nikmat yang kamu punya maupun tidak. Selalu bersyukur dan saling memberi asupan kritik dan suapan saran yang segar dan makanan penutup yang pas.

Dan ketika kaki burung besi yang pecah menjadi judul sebuah berita, tentu doa baikku untukmu, selalu. Meminta-Nya untuk melindungimu dengan kasih sayang.

Untuk bonekaku. :-*

anakwayang_1312

One thought on “Boneka (yang) Lucu dan Pintar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s