Aku itu kamu. Kamu itu aku.

Laki-laki yang berjuang melawan keegoisan hatinya.
Laki-laki yang menyimpulkan kabar perempuannya lewat linimasa.
Laki-laki yang dapat membuat dekat jarak Depok-Jogjakarta.
Laki-laki yang menjaga hatinya untuk menjaga hati perempuannya.
Laki-laki baik kedua yang aku kenal setelah Ayahku.

Aku tidak tahu kenapa, dan aku tidak mencari tahu.
Aku hanya tahu setiap kata rindu dari kamu sampai di mataku, telingaku, ia lalu sembunyi dihati ini sampai aku tidak bisa menemukannya untuk mengusirnya.

Aku ini kamu. Kamu itu aku.
Gurat luka dihati adalah perwujudan kesabaran, karenanya ribuan simpul senyum masih selalu untuk orang yang disayang.
Aku ini kamu. Kamu itu aku.
Tidak pernah menuntut kesetiaan dengan amarah. Membiarkannya jauh, lalu mengharapkannya kembali lewat sebuah doa.

Aku tidak pantas untuk kamu tunggu.
Kalaupun telingamu menjadi tuli untuk mendengar kata-kata itu, bukalah matamu.
Hampiri warna-warni yang selama ini takut kamu dekati.
Kamu terlalu takut satu warna yang kamu punya luntur atau bahkan luruh dari jiwamu.
Biar saya disini tetap menjadi abu-abu mu.
Menjadi putih saat saya kamu berikan sayap untuk dapat terbang.
Menjadi hitam saat saya justru terbang menjauh dari kamu.
Dan akhirnya menjadi abu-abu saat saya merasa jatuh tanpa ingin kamu berikan sayap lagi.

Ada jiwa yang tidak bisa tenang saat rindumu tidak dibalas menjadi sebuah rindu.

Depok, 7/11/11

One thought on “Aku itu kamu. Kamu itu aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s