Merindulah, tapi tidak untuk saya.

Tidak sedikit waktu yang kamu terjang untuk menepikan rindumu.
Rindu untuk seseorang yang merindukan orang lain dalam tiap tarikan nafasnya.
Saya lebih jahat kalau hanya kamu sandingkan dengan monster. Saya ini pengecut.
Pengecut yang mencari pundak kamu saat sandarannya menjauh.

Kamu pemenang untuk setiap ketulusan, kebaikan, kesetiaan. Tapi kamu selalu kalah untuk kejujuran atas hati.

Saya disini akan selalu berjuang untuk terus berada dalam keadaan baik atas apa yang saya rasakan. Atas air mata yang sering saya sembunyikan.
Kamu disana tidak perlu khawatir, saya akan bertanggung jawab atas pilihan ini, atas rasa ini.
Sesaat, ketika saya merasa pipi ini sudah penuh tumpahan air mata, saya perlu membaginya kepada kamu. Lalu kamu pun ikut menangis, atau sekedar terharu katamu.

Terima kasih untuk semua. Semua perasaan yang masih tersimpan dengan baik. Semua senyum yang kamu tunjukan agar saya tidak merasa bersalah tidak ikut menyimpan apa yang dulu kita rasakan.
Melangkahlah jauh. Kejar dan raih rindumu yang lain. Rindu yang akan membalasmu dengan senyuman manis untuk hari-harimu.

Semoga Tuhan selalu memberikan kamu kekuatan untuk memudahkan jalan baik apapun yang kamu tuju.

Dari saya,
Yang kamu sebut monster :)

 

Surel tanggal 5 November 2011 | 2:56 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s