Musuhmu Yang Setia

musuhmu yang setia (pic from tumblr)

Kamu yang berlari mengejar bola diteriknya matahari pulau ambon ketika anak-anak seumurmu memilih untuk tidur. Berkeliling kompleks dengan sepeda lalu sering membekaskan luka-luka di tangan dan kakimu. Berlagak kesatria menggunakan topeng dari kertas dan menangis ketika kepalamu berdarah tercetak pitak sepanjang 2 cm karena tertimpa batu oleh tetangga yang resah kedondongnya hilang dicuri,.

Kamu pernah dikurung dalam kamar dan harus mempelajari alphabet hingga bisa baru diperbolehkan keluar untuk bermain. Terkadang tidur siang dengan berpura-pura.

Kamu yang diantar setiap hari menggunakan sepeda oleh sang ibu ke sekolah berseragam pertamamu. Diberi bekal kue, teh manis dan air putih. Dijemput menggunakan payung oleh ibumu ketika kamu terjebak hujan lebat di tempat belajar mengaji yang jaraknya jauh dari rumahmu.

Kamu yang pernah dijepit jari-jarimu menggunakan tang karena mencuri uang untuk sederet permen, mentos. Diajarkan oleh sang bapak membuka tabungan dan belajar menggunakan tandatanganmu sendiri. ketotolanmu bertambah ketika ditemukannya sejumlah uang curianmu di bawah kasur tidurmu. lalu kamu menangis malu dan menyesal.

Kamu yang suka muntah di oto (angkot) ketika berpergian. Yang tak bisa diam di kapal penumpang ketika keluargamu yang lain sedang mabuk laut. Berlomba-lomba menuju mushola lebih awal agar bisa ditunjuk menjadi muadzin. Dimandikan karena memilih kstaria baja hitam daripada pulang ketika maghrib tiba.

Kamu yang dikipas kemaluanmu ketika menangis perih sehabis sunat. Diajaknya kamu ke pantai menikmati rujak, sagu, lembutnya pasir, tajamnya karang dan asinnya air laut. Disuap makananmu oleh sang ibu, ketika kamu sedang asik berlari-lari.

Kamu yang merajuk tak ingin pulang jika dirumah berbau nangka atau durian. Dan mereka mengerti betul kebencian, keanehan, ketidaksukaanmu itu. Yang diajak “menikmati” berbelanja di kota menikmati hidangan “wah” di pusat perbelanjaan,  dibelikan baju bagus untukmu, disediakan makanan kesukaanmu.

Kamu yang dipercaya menjadi kasir di warung keluarga. Yang pernah menggratiskan rokok untuk seseorang yang kamu minta untuk menggambarkan sketsa pemandangan untukmu.

Kamu yang menerima mobil remot kontrol berkabel, dan juga keyboard mini dengan itu kamu mainkan lagu anak-anak, lagu nasional, hingga lagu ambon “gandong”.

Kamu yang terawat, rutin ditemani menyukur rambut, membuat rambutmu rapi, terlihat jelas pembagian rambut di kepalamumu yang condong ke pinggir, menerima seragam dan perangkat tulis menulis ketika tahun ajaran baru datang. dan saat itu kamu paham betul bagaimana memanfaatkannya.

Kamu yang berteman radio ketika malam tiba. kamu yang sering jahil terhadap adikmu, menganggunya tidurnya, membuatnya menangis karena tanganmu, perkataanmu, kamu yang suka mengambil mainannya, makanannya. membuatnya berteriak histeris dan berlari melaporkan perilakumu kepada Mereka.

Hei kamu, jelas, dialah musuhmu, teman tidurmu yang setia.

Dialah musuhmu yang selalu nampak ketika kamu bercemin.

Dan kamu, Selamat menikmati hari-hari sisamu. Kamu dalah musuh saya, dan saya selalu menjadi musuhmu. Senyum ramah dan kepal tangan dari musuhmu.

Berterima kasihlah pada musuhmu. Yang masih setia menemani tidurmu, menampakkan kumismu yang melebat, tahi mata yang menebal, bulu hidungmu yang memanjang, rambutmu yang mengacak.

DIA memuliakanmu dengan mengajarkanmu membaca,  menulis dan memberikanmu pengetahuan untuk mempelajari lingkungan sekitarmu, agar kamu tak lupa bersyukur dan selalu ingat dari mana asalmu serta tak melampaui batas.


anakwayang_0311

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s