Cermin

hutan mana lagi yang akan kau arungi

lautan mana yang sudah menghijau dengan jejakmu

tidakkah, ada baiknya jika mampir sejenak

memilih rawa yang kotor

 

rawa yang permukaannya mengambang sampah-sampah kengerian

tidakkah rawa yang mati itu pernah kalian tiduri dan merencanakan mimpi?

oleh mereka manusia-manusia dengan topi lebar dan alat tangkap sederhana

 

mereka itu

manusia yang beranggapan rawa itu hidup

dengan kail dan sedikit jampi-jampi berkuah liur

apalagi yang kau cari, apalagi yang kau tangisi

 

rawa yang dijauhi itu

tanpa karcis

tanpa retribusi

tanpa para pelancong

tetap memiliki kehidupan

tanpa pemancing maupun penjala

 

kalian, kamu dan mereka yang membuat rawa itu hidup

tak lebih dan tak kurang

menghidupinya dengan cukup

 

rawa itu tetap memantulkan sinar dari permukaannya yang kotor

dedaunan akan menggantikan sampahnya

hijau akan dominan disekitarnya

lalu memenuhi dengan kuning-kekuningan

lantas menjadi coklat abu-keabuan

tenggelam

 

rawa penampung kebusukan itu

akan menjadi sejarah

bahan cerita bagi para pengunjung museum

tempat dokumentasi rawa-rawa yang dibuat sengaja mati

manusia-manusia petarung akan menumpahkan darah dan emosi

demi rawa dan sampahnya

 

rawa itu selalu mengingatkanmu

kamu yang hanya mampu bercermin

karena terhalang sampah-sampah mereka

sampah-sampah yang menutupi permukaanmu

sampah-sampah yang setia membuatmu hidup

hidup, dan selalu hidup

hidup dalam rasa mati

 

anakwayang_0210

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s