Restorasi Gerbong 9

“Mas, sudah jam 12,” seorang kawan membangunkan saya dari niatan tidur-tiduran sebelum berkebun, jam di ponsel dan di tangan menunjukan 00.07.

“Ya, siiip!” dengan berat membalas pem-bangunan-nya dengan menyodorkan 2 ibu jari saya untuknya.

Beberapa kali proses pembangungan, akhirnya saya baru benar-benar bangun dengan sendirinya dan ting-tong  jam telah menunjukan pukul 01.32, hampir 2 jam saya tidur-tiduran yang kedua.

“Lu terlambat?” Teman sekamar saya menyapa, dia (mungin) terbangun karena gerak-gerik terburu-buru saya.

“Gak, saya tidak terlambat, tapi sudah sangat terlambat.”  Jawab saya sambil menertawakan keluhan, sambil berbincang iseng saya bolak-balik mengingat apa mungkin ada amunisi yg tertinggal. Setelah perbincangan selesai, lalu saya berangkat menuju tempat berkebun, menggunakan sepeda idola teman sekamar saya itu, sepeda idola saya sedang bocor halus.

Gerbong-gerbongan

Keterlambatan memacu saya untuk membayar ke-tidur-an ini. Jalanan yang dingin dan udara yang sepi menyapa, situasi tersebut tidak membuat perjalanan menjadi lambat sebaliknya harus memacu kerata angin dengan sisa-sisa bahan bakar berupa nasi telur, santap malam tadi.

Lah apa hubungan judul dengan isi tulisan ini, Judul tertulis Restorasi Gerbong ( lah kok isine malah tulisan ra genah. Memang sengaja. Begini maksudnya.

Kenapa sengaja? tentu banyak juga lagu yang menggunakan intro yang sedikit tidak nyambung dengan isinya. Karena tulisan (intro) ini tentu (tak hanya) bertujuan mengembalikan keinginan kembali hasrat untuk mengdokumentasikan perjalanan dalam cerita dengan restorasi, dalam bentuk teks-teks (yang diusahakan) berkualitet terjamin hidupnya. (entah terjamin oleh siapa =P )

Lalu kenapa ada gerbong dan angka 9 diatas.  Gerbong identik dengan kereta, dan kereta adalah media perjalanan, media yang mengantarkan saya dari satu tempat ke tempat lainnya, kenapa harus kereta, karena pesawat gagal tinggal landas ini tentu berpengaruh dalam cerita-cerita perjalanan saya. dan angka 9 dimaksudkan bulan ini, bulan September, bulan yang ceria (harapnya).

Jadi Restorasi Gerbong 9 niatan apike untuk mengembalikan keinginan belajar mendokumentasikan teks sebagai pengganti cocot dalam bercerita maupun kapasitas memori alami yang (bisa saja) terbatas. Dengan segala alasan dan pembenaran buta terhadap keteraturan dokumentasi yang gagal bulan lalu (agustus) dimana hanya ada 1 terbitan dan itu pun sajak karang tentang kerinduan, tentu itu adalah kerisauan, saelaaah kerisauan. =D

Yuk hayuk bersama harap-harap cemas para pengumpul barang bekas berharga di pagi dini ini, saya niatkan untuk kembali, mengumpulkan lalu mengembalikan /memulihkan ingatan dengan perjalanan yang sudah mencapai angka 9.

Ya, saya tidak terlambat, saya hanya sangat sudah terlambat, mari berpacu dengan titik. Dengan Menyebut nama Tuhan. Bravo Sepak Koma!

Iyelah pokokmen coretan restorasi gerbong 9 ki  ra ene hubunganne karo pemerintah negeri ngeri kae. wes jan suset endame! hohohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s