Cahaya Itu

you
you

Bukan siang itu. bukan pula pagi kemarin.

Ini malam kata kebanyakan dari mereka. Tapi bagi saya ini gelap namanya.

Dua cahaya itu coba menjangkau, menegur saya yang berkoordinat sebelah selatan monumen tengah-utara.

Melihat ke arah barat, cahaya pertama dari bulan namanya.

Cahaya kedua dari lampu penerang jalan punyanya.

Saya duduk diujung bangku panjang hijau menantang ke jalan yang penuh karnaval kebingungan.

Saya ikut. Ikut tidak teratur.

Alam atas sadar masih percaya dengan imaji.

Coba menjawab apa yang saya jawab.

Bukan kamu atau dia atau malahan mereka.

Tidak! Bukan kamu.

Hanya kamu.

Cahaya yang membuat ku tersenyum akan sebuah tumpukan ingatan tentang masa kemarin.

Saya bukan terjebak.

Saya hanya menjebak.

Dan itulah yang membuat saya tetap dengan deretan imaji-imaji itu.

Imaji bukan serupa lengketnya nasi.

Imaji hanya persepsi fakta yang menjadi narasi.

Kamu dan saya adalah deskripsi itu.

Cahaya cerita yang sama putih terangnya,

Namun tidak persis daya jangkaunya.

Kamu.

Kamu lagi.

Satu dari cahaya itu.

:)

anak_wayang

img from this place

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s