Bola-bola Beterbangan

Kesal? ah biasa, kalau menonton maupun membaca berita, baik lewat media televisi maupun berita versi digital. Sama saja sajiannya. Bukannya kita sudah sering dibuat begini.? *kita? mendadak lupa ingatan*

Statuta Makan Bola :p

Sepak Bola, Bal-balan, Football, Soccer. Apa-lah itu sebutannya, cabang olahraga yang banyak penggemarnya di dunia termasuk di Negeri Kesatuan Bola Indonesia. Kemarin(20/05) ada Kongres yang tujuannya mereformasi organisasi sepakbola PZZI, memilih ketua baru. Selama kongres pertentangan pendapat berlangsung alot, sudah biasa hal tersebut terlihat ketika terjadi perbedaan pendapat di negeri yang katanya menganut demokrasi ini, apalagi kalau diliput media secara langsung. Eh ujung-ujungnya ricuh, kongres itu tidak selesai, ketua baru PZZI belum jadi dipilih. Peserta kongres ada yang ngotot gak ketulungan. Ketua kongres dan sejajarnya (ada wakil dari PIPA juga) pun meninggalkan ruangan. Kongres (sementara) masuk ke gang buntu.

“Makan tuh bola” kata Adalah. Bola-bali ricuh. “Ini persoalan kok nggak selesai-selesai. Sebenarnya pengen selesai gak sih?” tanya Adalah kepada Si Asbak. Katanya demi kepentingan para pecinta bola se-Indonesia,  tapi kok yang terlihat sepertinya hanya pada golongan-golongan tertentu saja. “Ah mungkin cuaca lagi tidak bersahabat kali ya, sampai-sampai keluar pendapat murni bersifat pribadi dan berumur dini dari pikiran saya” lanjut Adalah.

.. Tanah lapang tinggal cerita, yang nampak hanya para pembual saja..

Iwan Fals – Mereka Ada di Jalan

Di lapangan hijau, warga lapangan sering ricuh, dari pemain dengan wasit, maupun official tim, penonton sama penonton, penonton sama pihak berwajib, ada juga pedagang kacang yang rusuh sama penonton, (ya-iya-lah secara penonton ambil kacang kagak bayar, kan doi jualan bukan sedekah di stadion). :)

Di ballroom hotel yang “wah” pun tidak mau kalah, ikut-ikutan ricuh. Pada merasa benar sendiri. Sepak bola, ya bola yang disepak bukan “numpak bola”, bola ditumpaki atau ditunggangi. Mumet perwakilan dari PIPA yang hadir bersama koleganya, habisnya orangnya eh organisasi induknya “ra genah juga“. Ini maunya itu, itu maunya ini. Habis tenaga ini membahas hal yang hanya membundar tersebut, tapi tak ada habis tenaga untuk bernyanyi dan berharap:

“.. Sepak bola menjadi barang yang mahal..
Milik mereka yang punya uang saja..
Dan sementara kita disini..
Di jalan ini..

Bola kaki dari plastik..
Ditendang mampir ke langit..
Pecahlah sudah kaca jendela hati..
Sebab terkena bola tentu bukan salah.. mereka”..

Iwan Fals – Mereka Ada di Jalan.

Oh Ya Tuhan Yg Maha Juara. Berilah assistMu yg matang kepada mereka-mereka itu yang katanya mewakili keinginan semua pecinta bola negeri ini, agar tercipta gol yang cantik dan prestasi yang menawan. Pokokmen demi Endonesea Jaye.

Selamat ya, kalian patriot-patriot bangsa yang sudah latihan keras semi-militer. Lumayan jika dibanned, persiapkan amunisi kalian bukan untuk menembak bola ke target gawang lawan, tapi kalian akan menembak tenanan, angkat senjata melawan kezaliman PIPA dan para penganutnya.

Karangan ini diketik dalam situasi yang kencot-sekencotnya. Es Teh manis 2 gelas tak mampu mendinginkan kepala dan perut ini.

Horas Nusantara I-IX!

*kencot: lapar, tenanan:benar-benar, ra genah: tidak jelas, mumet:pusing, ngotot: tidak mau kalah.

Anak Wayang (2105)

2 thoughts on “Bola-bola Beterbangan

  1. ini sungguh tak bisa dibiarkan begitu saja. tapi yang perlu diingat adalah JANGAN BANYAK NUNTUT SEBELUM BISA MEMBERI SOLUSI atau setidaknya MEMPERBAIKI DIRI SENDIRI!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s