Opera Sabun (Jarang-jarang) Mandi

The worst crime is faking it. -Kurt Cobain-

Kartun Beni & Mice - Sinetron

Berkata seseorang dengan nada sinis setengah memerintah dan separuh meminta tolong. “Tolonglah itu ganti dia punya channel, tontonanmu ituloh macem begitu” pinta Adalah keras, karena tak mau dikalahkan oleh suara-volume, volume kotak ajaib, televisi. Namun sepertinya sang pemegang kendali sudah dikendalikan oleh alur cerita yang terlalu “berpura-pura” dan ”begitu-begitu” saja.

Ya Sinetron (sinema elektronik) baik ber-genre loka, interlokall, telenovela, maupun India-India-an, mereka bisa dikategorikan penjelmaan dari soap opera, opera sabun, opera sabun mandi.

Oh ya, oh tidak. Pada awalnya kenapa disebut opera sabun, konon opera sabun merupakan lanjutan kisah-kisah siaran radio di negeri paman ohbama dan paman spaghetti sekitar tahun 50-an, yang mana disela-sela siarannya biasa dikuasai materi iklan tentang sabun, dan segala yang berhubungan dengan kamar mandi, sabun mandi, sabun cuci, sabun rambut, sabun deterjen dan kawan-kawannya seperti pasta gigi, sikat gigi, serta teman jauh kawan-kawannya misalnya kosmetik, pengharum tubuh, pewangi ruangan, pewangi cucian/pakaian, pembalut, hingga pencuci mulut para bocah-bocah tengik, atau jangan-jangan lengkap dengan pencuci logika sekaligus yang berkamuflase.

Dengan begitu opera sabun langsung tidak langsung pangsa pasarnya adalah para ibu dan ibu, wanita. Yang tak lazim karena mereka adalah pembelanja yang ulung. Kini opera sabun telah menjadi konsumsi dari berbagai kalangan, bocah sekolah dasar hingga bocah sekolah tinggi–tinggi sekali, dari penghuni taman bermain hingga para sarjana, dari para calon ibu hingga mantan ibu tak ketinggalan, dan paling horor mereka yang benar-benar bocah tak kalah menikmati dan diracuni, kejamnya lagi sering tanpa pendampingan sehingga diserap, ditiru siang malam, pada jam belajar, pada jam kerja, pada jam istirahat, pada jam tayang utama.

Aksesoris dan jalur cerita yang cuma mengandalkan keindahan rumah dan kemegahan alam ini, tak lebih dari orang-orang yang cantiknya, cantik sekali, dan kalau ancur-ancur parah. Selalu berputar dalam ke’sengsaraan’ kepada orang yang berlagak ‘baik-baik baik sekali’, dan ciri khas kerasukan peran-peran mata pemangsa “jahat-jahatan jahat sekali” dan auman mulut-mulut nista, beberapa kali bahkan dibumbui dengan lelucon dari seorang yang tanpa ber-leluconpun wajahnya sudah mengundang tawa bahagia berlapis ironi.

Seragamnya sama, cuma yang memakainya saja berbeda. Opera sabun itu pun (jarang-jarang) mandi, wajar saja jalan cerita dan kualitas bagaikan kuman yang menempel betah dikulit-kulit pemirsa. Kumannya sama, yang berbeda warna kulit dan jenis perawatan kulitnya. Pemeran berbeda namun cerita kebesarannya sama. Cinta! selingkuh, diselingkuhi, selingkuh-selingkuh-an, kebimbangan cinta segitiga, cinta setengah lingkaran sampai cinta segilima. Cinta antara anak majikan yang tampan mapan dengan anak pekerja rumah tangga cantik dan hobi menangis. Majikan galak, pekerja rumah tangga tersiksa. Ibu tiri yang kejam, anak kecil yang berpikiran licik. Tertabrak mobil, keserempet bemo, pahlawan-pahlawan kesiangan. Anak-anak sekolah yang lebih mirip badut sirkus. Rating!

Kekonyolan-kekonyolan itu terus berlanjut sampai sekarang, secara tidak langsung kita diajak menyelami di lautan dangkal itu, menyelam dengan gaya konyol pula. Sekarang tinggal kita bebas memilih untuk menyelam menggunakan perangkat apa? perangkat selam lengkap dengan tabung oksigen, sepatu katak dan lainnya, ataukah dengan perangkat semi-lengkap seperti ketika ber-snorkeling ria atau mungkin bebas tanpa perangkat sekalian.

Jarang hadir secara giat-intense sinema yang bermutu telak, sinema yang menjadi tontonan apalagi tuntunan. Bukan salah satunya maupun bukan tidak keduanya.

*…

Siapa yang butuhkan imajinasi, jika kita sudah punya televisi..

 Siapa yang butuhkan imajinasi, jika kita sudah punya televisi..

 Siapa yang butuhkan imajinasi, jika kita sudah punya televisi..

 *Melancholic Bitch – Mars Penyembah Berhala (tv)


Ketika protes bahkan mungkin perintah itu diabaikan, Adalah memilih untuk tidak tetap tinggal di depan kotak bercahaya itu. “Ah mendingan titik titik” ujar Adalah, ia memilih untuk mandi. Tapi kenyataan berwujud lain, cari punya cari, ternyata sabun mandi dan kawan-kawannya tertinggal di toilet pinjaman kampusnya. Sabun mandi berjenis campuran cairan dan busa, dengan aroma jantan kekini-kinian, mahal pula.

*…

Jambuuuu janji-janjimu janji busuk busuk busuk busuk..

ya janji-janjimu janji palsu ..

takkan ku percaya akan semua janjimu..

..

dasar kau jambu, janjimu busuk..

lebih baik ku tinggalin kamu..

* Matta – Jambu (Janji-janjimu Busuk) :D

Anak Wayang (1105)

Gambar dari sini

One thought on “Opera Sabun (Jarang-jarang) Mandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s