“Mbok yo wis”, BERBAGILAH

berbagilah

Saya kira judul diatas jelas, bisa menjadi jawaban bagaimana anggapan orang-orang tentang sepeda dan pesepeda. Ada komentar yang pro dan kontra tentang tata cara bersepeda, baik yang dilakukan sendiri, berdua hingga beramai-ramai.

Kata-kata protes dukungan, saran kritik dan cacian pujian adalah hal yang lumrah dan harus ada. Teringat adagium-peribahasa yang sering didengar dan terucap, no body’s perfect atau experience is the best teacher. Bukan berarti kita dengan sekonyong-konyong menyalahkan ketidak-sempurnaan, toh yang paling sempurna adalah Sang Satu. Dan (lagi) pengalaman berbicara kenyataan.

Mereka dari pengguna jalan lain atau pesepeda sendiri. Sering berteriak tentang pesepeda yang ugal-ugalan, mencampakan APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas), ber-sms/telepon ria ketika berkendara sepeda, hingga “kurang pinggir”-nya mereka berkendara ceria. dan perilaku kurang berkenan (bagi sebagian orang) lainnya.

Hal-hal yang tersebut diatas, jika kita mau sedikit merenung. Bukankah hanya/pernah/sering dilakukan oleh para pesepeda. Bolehlah kita sedikit untuk jujur, sedikit saja. Yang sering melanggar, “mengganggu”, atau berbuat kelakuan itu, siapa dan apa? hayoooo. (saya rasa bisa kita menjawab sendiri)

Disini bukan mencari siapa yang disalahkan dan dibenarkan, kalau (lagi) memang kita mau sedikit sportif. Toh yang paling menderita dari para penghuni jalan adalah pejalan kaki. Bisa kapan-kapan ada penjelasan tentang derita itu.

Sepeda = benda, pesepeda = orang yang mengendalikan sepeda, nah kembali ke individunya dong! jika kita sudah merasa tertib berkendara dan berkata, silahkah meneruskan, menjaga kebiasaan tersebut, bukan hanya tertib untuk tidak ditilang/diberhentikan aparat berwajib, atau hanya terlihat “jago” dalam berkata-kata tertib, ah percuma. Tak lupa sekiranya bisa saling mengingatkan, berbagilah. Perkara didengar, diterima atau tidak sekiranya itu bukan masalah.

Kalau kita belum bisa ataupun tidak mau tertib (dengan sedikit alasan yang rasional tentunya), ya mari memperbaiki diri. Yang dapat manfaatnya hayo siapa, kita sendiri kan? terus berbagilah kepada siapa saja dan kepada lingkungan kita, tanpa terkecuali.

Gitu aja kok repot! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s