Dinamika Sosial Pengguna Jalan Raya

Dinamika je-jalan-an
Dinamika je-jalan-an

Terlihat wanita muda terkapar dengan kepala bersimbah darah di pinggir jalan Affandi (Gejayan), saya tak tau apa sebabnya, bisa karena tertabrak / menabrak kendaraan atau mungkin terjatuh dari kendaraan. Korban keempat di jalan yang saya lihat langsung dalam hitungan 2x 24 jam belakangan.

Yang pertama korban adalah saya sendiri, pengguna jalan yang kesehariannya berusaha memilih sepeda sebagai moda transportasi, kejadian begitu cepatnya, sepeda rusak, badan luka-luka. Penyebabnya tentu gesekan kepentingan sesama pengguna jalan raya mayoritas yaitu motor dan mobil, saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa karena tak ada yang bisa disalahkan alias kabur. Yang pasti sore itu saya lagi tidak beruntung hingga mendapatkan luka. Saya beruntung kepala saya tak tergilas oleh kendaraan lain dan saya masih bisa mengayuh sepeda menuju warnet tempat saya “bertani”.

Dini hari sehabis “bertani”, saya pulang bersama kawan bike dan melihat seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang ditabrak oleh pengendara motor, sentak lalu saya berteriak dan mendekati tempat kejadian. Anehnya sang pejalan kaki yang terjungkal itu malah terkena pukulan dari pengguna motor setelah mereka berdua bangun dari jatuhnya.

Hah, dalam hati saya, harusnya pejalan kakilah yang berhak menerjangkan kepalannya kepada pengguna motor. Kenapa demikian, menurut  saya karena posisi pejalan kaki sudah benar, menyeberang di zebra cross, pengguna motorlah yang ngebut ketika berbelok ke kiri dan terlalu keluar mengambil jalur sehingga pejalan kaki yang baru setengah jalan “diajak celaka”. Saya memilih kembali mengayuh karena sudah banyak orang yang sudah membantu, korban luka parah sepertinya tidak ada, hanya seorang wanita (penumpang pengendara motor) berjalan pincang dan terlihat shock.

Tak lama ketika beberapa ratus meter dari lamer (lampu merah) Kaliurang terlihat kerumunan di tengah jalan jalur mobil (ringroad), tebakan saya ada kecelakaan lagi, dan benar saja ditengah kerumunan itu ada pemuda dengan kepala berdarah, katanya ia terjatuh dari mobil pickup. Saya bilang kepada kawan bike, kenapa orang itu tidak diangkat ke pinggir jalan? “dia kalo dipegang jerit-jerit mungkin ada tulangnya ada yang patah” katanya, kerumunan bertambah banyak dan seorang terlihat sedang menelepon, mungkin menelepon ambulan. Kami meneruskan perjalanan.

Dari 4 kejadian tersebut saya berpendapat, tak ada salahnya ketika kita bersiap-siap dengan penuh kehati-hatian dalam menempuh perjalanan, baik jarak dekat maupun jauh. Itu semua terasa “sia-sia” ketika ada salah satu unsur dari pengguna jalan raya seperti motor, mobil, sepeda, maupun pejalan kaki belum timbul kesadaran masing-masing untuk saling berbagi dan melindungi. ketika kesadaran itu sudah tumbuh pada masing-masing unsur pengguna jalan, barulah mungkin kita bisa menyalahkan “dewi fortuna”. Kita sudah hati-hati tapi mungkin lagi sial saja.

Dijalan tak ada “raja”. Tak ada yang istimewa, sama jalannya, sama haknya, sama aturannya. Ngebut benjut, Alon-alon asal kelakon, anjuran dan pepatah lama yang masih berguna dimana waktu terasa berlari. Dan jika berbicara hak, yang paling mengenaskan adalah unsur pejalan kaki, dengan kondisi dan infrakstruktur trotoar yang jauh dari layak, entah (sengaja) dialihfungsikan menjadi lahan parkir maupun (sengaja) dibiarkan rusak sehingga tak nyaman dan berbahaya.

Dinamika sosial pengguna jalan raya ini, menjadi perbincangan saya dengan seorang mas (kakak, kawan dalam), ketika kami dan kawan-kawan sedang menuju ke Bantul untuk menghadiri majelis ilmu. Dinamika/gerak sosial masyarakat secara terus-menerus yg menimbulkan perubahan yang lebih baik, dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan terutama ketika  topiknya adalah pengguna jalan, jalan-jalan dan jalanan yang lebih “manusiawi”. Sehingga korban-korban diatas bisa diminimalisir akibat dan penyebabnya. Dan perjalanan lebih menyenangkan. Bersambung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s