Alam dan Nuklir

Jepang sedang berduka, itulah gambaran bagaimana negeri sakura itu sekarang, bencana gempa berdaya 8.8 skala richter dan disertai dengan gelombang Tsunami meluluhlantahkan pesisir pantai Jepang.

Bisa dibilang teknologi di negeri jepang siapa yang berani sangsi, namun alam berkata lain, alam mengendaki untuk kita selalu ingat dan waspada, bahwa kemajuan teknologi yang menyokong industri harus seimbang antara manfaat dan akibat terhadap alam dan kehidupan.

Nuklir sebagai penemuan hebat dari akal pengetahuan manusia itu sekarang mengancam, dengan segala rayuan gombalnya nuklir adalah nyata. Alam menjadi catatan penting dengan segala tindaktanduknya, dengan segalq kegelisahan, dengan segala kekecewaannya. Alam inginkan seimbang, mungkinkah manusia hanya ingin semacam uang, semacam tambang dan akhirnya terkekang dan tidak tenang.

Pemerintah Jepang telah menetapkan darurat nuklir untuk salah satu reaktor nuklirnya di Fukushima, Tohoku, sekitar 250 kilometer sebelah utara Tokyo. Setelah digoyang gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter, reaktor nuklir nomor 2 di pembangkit Fukushima 1 yang dikelola Tokyo Electric Power Co mengalami masalah pada fasilitas pendingin sehingga harus dimatikan demi keamanan. (kompas.com)

Ledakan di pembangkit tanaga nuklir (PLTN) Fukushima no.1, sehingga pemerintah setempat menyatakan darurat atom dan mengharuskan warga untuk meninggalkan kawasan tersebut sejauh radius 20 kilometer. Meski operator PLTN mengatakan kontainer yang mengurung reaktor tidak rusak meski meledak.(kompas.com)

Alam bertindak siapa sangka dan bisa duga dampaknya, kerusakan bisa diukur dengan kerugian materi dan hilangnya nyawa, namun materi dan nyawa tak bisa dan tak pernah akan bisa sejajar jika dan jika penengahnya adalah alam.

”Pembebasan sejumlah radiasi ke atmosfer membawa risiko kesehatan bagi masyarakat di daerah sekitarnya,” kata Kepala Kampanye Nuklir Greenpeace Internasional Jan Beranek, sebagaimana dilaporkan AFP.

”Fakta bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima bocor atau dengan terpaksa sengaja melepaskan gas yang terkontaminasi dari reaktor ke atmosfer menandakan bahwa semua proteksi fisik yang seharusnya mampu mengisolasi aktivitas radioaktif dari lingkungan telah gagal. Perlu peringatan berapa banyak lagi hingga orang mampu memahami bahwa reaktor nuklir secara inheren berbahaya?” kata Beranek.

”Kami diberi tahu oleh industri nuklir bahwa hal-hal seperti ini tidak dapat terjadi dengan reaktor modern, tetapi saat ini Jepang berada di tengah krisis nuklir dengan konsekuensi potensial yang mengerikan. Sementara fokus segera saat ini adalah untuk meminimalkan pelepasan radiasi dan menjaga masyarakat setempat tetap aman, ini merupakan satu peringatan akan risiko yang melekat pada pembangkit nuklir, yang selamanya akan selalu rentan terhadap kombinasi berpotensi mematikan akibat kesalahan manusia, kegagalan desain dan bencana alam. ” (kompas.com)

Pembelajaran berharga. Sehebat negeri yang maju akan teknologi saja masih bisa terancam. Bercerminlah akan negeri zamrud khatulistiwa ini, masihkah ingin bereksplorasi mengenai nuklir? dengan segala ancaman dan dampak buruknya, yang tertutupi manis kata-kata sang pembual. Sudahkah kita berbaik hati, berbalas budi bagi si alam, sedangkan alam Indonesia rusak oleh tangan-tangan serakah. Mengelola alam saja masih sembrono, apalagi membangun instalasi nuklir. Relakah generasi berikutnya menjadi tumbal? Saya tidak!

..

Aku menolak akal yang tanpa hati
Aku menolak teknologi tanpa kendali
Aku tak mau mengijonkan masa depan
Demi listrik sedikit banyak keruwetan

Sama sekali ku tak anti teknologi
Tapi aku lebih percaya pada hati
Aku tahu listrik penting buat industri
Tapi industri jangan ancam masa depan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

..

proyek 13 – iwan fals

Untuk para korban luka atau nyawa, semoga ada imbalan yang pantas dari sang Kuasa, dan yang masih beruntung diberi kekuatan. Badai pasti berlalu, Raizu Nippon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s