Menolak sama!

menolak sama

Ketika malam bisa menjadi hebat, karena waktu malamlah sebagian manusia sedang berjuang untuk tidak “tidur”.

Saya berkarakter hitam, bertakdir urban, dengan garis lurus yang terlihat langsing, karena saya dituntut untuk bisa cepat dan tidak banyak bersentuhan dengan permukaan agar menghemat tenaga, kaki-kaki saya pun terlihat tipis, panjang dan lebar. Berorientasi kepada rancunya jejak, memiliki semacam penahan atau bisa dibilang jebakan pada kendali langkah. Saya ringkas dan tidak rewel, namun ketika ada yang tidak pas sedikit, saya akan berontak untuk tidak pada jalur. Kaki saya hitam, ada yang menempel di sela jari-jari saya jumlahnya 8 buah, kesemuannya  bercerita.

Lain pula teman saya, berkarakter sedikit terang, dengan warna kemilau yang sudah ternoda terlahir sebagai penakluk tantangan alam. Memiliki kaki yang kekar kotak-kotak  yang banyak yang akan berkurang jika sering bersentuhan dengan jaman. Dia memiliki mata yang sangat membantu pada jahatnya gelap, walaupun matanya itu menggangu sedikit rotasi waktu. Dia baru saja sembuh dari ketidakstabilan, dengan sedikit sentuhan dari sang pandai konstruksi dan rehabilitasi. Memiliki tangan yang baru dan pemantul cahaya dipantatnya. Ada ulir yang membuat nyaman posisi dan kedudukan, dan juga ulir yang enggan untuk berbalik lagi di kaki depan. Dia memiliki langkah yang banyak sekitar 7+3, tentu dengan begitu variasi rasa langkah juga banyak, dari yang langkah ringan hingga berat bertenaga.

Itu dia, ini teman saya yang baru tiba, baru bergabung bersama kami, posturnya kecil, namun berkaki besar. Berkulit campur bukan merah hijau kuning maupun putih apalagi hitam, kulitnya lembayung. Berkaki lebar dan berwarna, memiliki nyanyian yang tak nyaring jika siang dan polusi bising hadir, memiliki cerita hidup yang panjang, bahkan sebelum sang tuhannya sekarang lahir. hampir sama dengan teman saya yang pertama, berkarakter kawat dengan bentangan sana-sini, memiliki langkah yang sama, langkah yang banyak. Dia dilahirkan untuk menjajah kota yang identik dengan kamuflase permukaan.

Teman saya yang terakhir, teman yang memiliki karakter campuran, terlahir untuk berkawan dengan gundukan dan lubang dan tantangan namun kini bisa juga berkutat dengan dunia urban. Kendalinya yang melawan kodrat, kendali yang digunakna untuk sebuah karakter sport skill kendali yang tinggi besar untuk membuatnya nyaman ber-kontrol ria, kulitnya berwarna merah kuningg hijau di kulit yang biru. memiliki banyak langkah dan berkarakter kawat, pandai bernyanyi nyaring.

Kami berempat mencoba menampar permukaan kemarin, dengan diiringi lantunan tuhan yang risau namun gembira, peluh tuhan yang terasa anyir ketika angin membawanya. kami berfungsi sama namun kami berbeda, karena kami menolak “sama”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s