Dia Hadir

Dia hadir kembali. setelah sekian lama tengelam dalam dasar ragu. Dia hadir kembali. mencoba menggugah rasa yang kian mati. mati dengan semua cerita kemarin, sebuah pembelajaran yang pahit.

Dia hadir dengan senyuman. Senyuman yang penuh luka. Luka yang mencederai. Luka yang lupa.

Mencari arti benar dan menang, dia beradu dalam pusaran otot lipatan kepala. Mengganggu setiap desir khayalan.

Dia hadir, dia ingin menang. Dia hadir hanya ingin menang. Mencabut semua prasangka baik menjadi layak. Hadir dia dalam pandangan, pandangan yang kasat tak terjamah.

Mengapa dia hadir. Menghadirkan luka dan dendam, dendam yang menyerupai seekor lebah yang kalut, menyengat tanpa melihat.

Dia hadir dan hanya ingin menang, menelanjangi dia yang dia anggap sesat dan lupa.

Risau dia hadir, hadirkan kerisauan,

Damai itu menjauh. dan dia Hadir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s