Singkat Saja


Berkumpul dengan jumlah yang besar, terdiri dari berbagai macam pecinta sepeda, dari yang doltrapfixed gear, seli-sepeda lipat, mtb-mountain bike, onthel, BMX, lowrider hingga sepeda tinggi-tall bike, bersama-sama bersepeda dari titik temu-start, hingga finish. Bisa juga bertemu di jalur yang dilalui.

Tanpa ada paksaan, aturan tetap, dan yang meng-asyikan semua bebas. Manusia akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri, lalu bertahap akan bertanggung jawab kepada lingkungannya, dan yang tak ketinggalan rasa ingin bersenang-senang bersama pesepeda lainnya.

Untuk Jogja sendiri (dalam kota), yang saya dapat informasinya dari bertukar cerita, memakan jarak sekitar 20 km untuk berkeliling kota Jogja, sehingga sangat memungkinkan hanya dengan menggunakan sepeda.

Transportasi massal yang merupakan hak dasar setiap warga yang belum terpenuhi, sehingga warga lebih memilih menggunakan motor/mobil dan tentu akibat dari itu kita tahu, membludaknya manusia berkendara di jalan raya, selain macet tentu dampak lingkungan, sosial ekonomi lainya berpengaruh.

Dalam radius 1-5 km bisa berjalan kaki, 5-10 km bisa bersepeda, 10 km lebih dengan ber-mix (berpergian dengan menggabungkan transportasi, misal bersepeda lalu mengunakan bis), namun lagi-lagi infrastuktur yang kurang mendukung, sekiranya sudah ada, belum/tidak didukung dengan pelaksana lapangan tentunya  juga bagian dari pemerintah itu sendiri.

Harapan positifnya tentu banyak yang  memilih bersepeda dalam beraktifitas kesehariannya. Sehingga apa yang kita rasa di jalanan adalah nyata “singkat saja” BERUBAH!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s