Mereka Menang, lagi (versi asu)

Kau seperti bis kota atau truk gandengan
Mentang-mentang paling besar klakson sembarangan
Aku seperti bemo atau sendal jepit
Tubuhku kecil mungil biasa terjepit
Pada siapa ku mengadu
Pada siapa ku bertanya

Mengapa BESAR selalu menang
Bebas berbuat sewenang-wenang
Mengapa kecil s’lalu tersingkir
Harus mengalah dan menyingkir

Apa bedanya BESAR dan kecil
Semua itu hanya sebutan
Ya . . . . . .  walau didalam kehidupan
Kenyataannya harus ada BESAR dan kecil

* sebagian lirik Iwan Fals – BESAR dan kecil.

Hmm. sekitar hampir 3 minggu sudah saya menggunakan sepeda sebagai moda transportasi. baik itu untuk pergi kerja, ke kampus, maupun ke tempat ngopi atau sekedar ke warung yang tentunya jarak masih bersahabat.

sepeda yang kugunakan adalah sepeda kawan kerja, berjenis setengah onthel dengan rem hanya pada bagian belakang, dimana dulu ada tuan yang menggunakannya, namun karena suatu hal ia kembali ke tempat asalnya, dan si sepeda nganggur.

keinginan memiliki sepeda sebenarnya sudah lama, namun belum tercapai. masalah klasik menghantui.

sebenarnya saya mempunyai sebuah kendaraan yang amat saya sayangi, hehe. si cepot namanya. kedaraan roda dua jenis bebek ngesot. si cepot lebih banyak sakitnya ketimbang sehat. entah kenapa, mungkin karena saya kurang menjaganya, tapi itu tidak sepenuhnya benar, pernah sering bahkan si cepot saya manja, namun lagi-lagi si cepot merengek. ya sedikit saja berkenalan dengan istri pertama saya ini.

kembali pada bersepeda. mungkin kalian yang sudah mengalami dan menjadikan kegiatan bersepeda lebih dulu dari saya mengalami rasa ini.

rasa dimana sebagai kaum terkecil kedua di jalan setelah pejalan kaki, tersingkir bahkan mungkin disepelekan.

padahal hakikatnya bukankah ini jalan bersama. saya sudah berada dipinggir. sangat pinggir.

masih tak habis pikir saya dengan mereka, kenapa saya menyebut mereka dan bukan oknum yang saya gunakan, karena banyak! tidak sedikit mereka yang berlaku seperti itu, dan dengan fair saya akui bahwa tidak sedikit juga mereka yang mau “mengalah” kepada mereka yang bersepeda. saya ucapkan terima kasih bagi mereka.

Tetap di benak ini saya menganggap mereka sedang terburu-buru atau, mungkin ada yang mendesak sehingga mereka berbuat seolah sewenang-wenang.

apa karena pemerintah, para penguasa leih banyak berpihak dengan mereka yang Besar. sehingga yang kecil dinomorduakan. dengan tidak menyediakan jalur khusus.

saya hanya ingin berpikir jernih, bahwa kemungkinan kesana sangat mungkin, namun mungkin ada alasan yang lebih masuk akal bagi mereka-pemerintah untuk tidak mewujudkannya.

dengan bijak tentu kita, saya dan mereka ingin berbagi jalan. namun yang terlihat hanya lagi-lagi mentang-mentang.

bukankah mereka sudah merasa nyaman di balik kemudi itu. dengan alunan musik, dan basuhan udara dari mesin pendingin. atau mungkin sudah dilengkapi dengan media audio-visual dimana mereka menikmati itu. apa itu hanya keresahan tanya saya saja.

atau insinyur yang bangsa ini miliki belum mampu membuat solusi jalan yang menciptakan perjalanan yang baik.

dengan sistem transportasi yang masih dibilang kacrut! saya hanya bisa berharap kasus yang terjadi di kota-kota besar. seperti jakarta tidak menular bagi rumah konyol saya jogja.

tanpa dipungkiri elemen-lemen penghuni jalan seperti sepeda, motor, dan mobil tetap akan ada. meski salah satu jenis dari mereka akan menjadi raja di jalanan. entah bersahabat atau akan saling melumat.

tapi dari situlah kembali saya ambil kesimpulan, kenikmatan mereka bukan tidak mungkin menjadi sumber “kecongkakan” mereka, dan keterbatasan saya menjadi andil dari “kesombongan” saya.

dan dengan sangat senang saya katakan mereka menang (lagi). selamat! mereka berhasil membuat saya seperti asu. dan saya berhasil meng-asu-kan mereka juga.

Aku tak akan pernah beranjak..
Aku tak akan pernah berubah..
Aku tak akan mau ‘dewasa’..
Bila ‘dewasa’ sepertimu aku tak mau..

-puppen-

ASU!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s