jogja, oh malang.

Kopi susu amat manis mulai membasahi mulut mengalir lewat tenggorokan ini. kami bertuju orang itu, dia, dia, dan orang itu dan dia mulai memulai pembicaraan. sedikit bersenda gurau, mulailah forum menentukan tujuan. dimulai dengan keinginan dari orang itu. dia mendambakan, mengutarakan keinginananya untuk menuju suatu temapt, tepat di bawah kaki gunung semeru, gunung tertinggi di pulau jawa.

dan juga tempat di tepi laut, tempat dimana darat bertemu dengan air laut dengan medium pasir, bentangan yang panjang, dan dihiasi oleh karang.

Dia pun mulai, menjawab bahwa armada yang kita gunakan ternyata memiliki kendala, dia ingin armada itu kembali ke jogja walau dia masih ingin meneruskan ceritanya di tempat ini, dengan berbagai argumen orang itu, dia, dia, dia, dan dia maupun dia setuju, kita mengiyakan ide untuk melihat matahari terbit. lalu ke baru pantai.

Kemudian kita sepakati untuk pulang terlebih dahulu untuk berkemas sekaligus pamit dengan sang empu kamar, temannya tempu kamar, dan temannya lagi, itu hari jumat pukul 00.30 pulang dari buaian tikar dan angin malam ditemani canda tawa dan manis penjual kopi.

dan tiba pula kami, di tempat penginapan. dengan bergegas namun berpikir, satu persatu diselesaikan ada yang mandi terlebih dahulu, banyak yang packing barang, setelah bergantuan akhirnya semua selesai, mulailah kami pamit lalu meninggalkan kediaman itu menuju armada, dengan semangat juang kami menuju tujuan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s