Itu berharga 350 ribu rupiah!!!

Mual yang melanda pun semakin menghilang sedikit dengan berganti posisi dalam armada tersebut. Ketika jalan berkelok dan dikawal oleh ratusan bahkan ribuan pohon di pinggirnya, lampu armada ini seakan jaya.

Tak ada yang melawan kecuali dari kejauhan mulai tampak setitik kecil cahaya yang jumlahnya banyak, 1, 2, 3, 4 dan lebih ada 50-an titik cahaya disanalah kata mereka ada desa. desa itu.

Memasuki gerbang kami disambut dengan peluit. armada pun menyingkir tepat di samping sebuah papan besar berukuran 3×5 besar dan moderen, karena itu dicetak tak ada bedanya dengan di kota. kemudian dia, dia dan dia hampur semua turun dari armada masuk ke rumah yang biasa disebut pos.

Pos yang berisi hanya 4 orang terdapat 3 manusia dengan perlengkapan dingin mereka lengkap dengan sarung dan kupluk penuptup kepala dan juga mulut mereka berasap. 1 orang melayani orang-orang asing itu di meja kerjanya.

Melihat meja kerja yang orang asing sebut itu adalah meja kerja penjaga. Orang asing mulai melangkah menjauh dari pos tersebut. menuju kembali ke papan yang besar tadi. sambil sedikit berbicara dan juga menghisap batang olahan daun yang tadi dibakarnya. dia mulai membaca. Terlihat 1 April 2010, mata orang asing ini menuju kesana.  lalu kembali ke awal paragraf.

Intinya semenjak tanggal itu semua kendaraaan pribadi, baik itu mobil, bus dan teman-temannya harus berhenti disini dan diwajibkan menyewa hardtop — tulisan di papan  itu. kendaraan sejenis jeep. yang gagah dengan ban yang karetnya timbul kotak-kotak dengan jumlah banyak dan jarak jarang. Mulai dia dan dia berbicara pengalaman mereka sebelum tanggal itu, bahwasanya mereka masuk tak begini ceritanya.

GRATIS tanpa harus mengeluarkan 350rb. dan itu dulu. sekarang kami sudah sampai disini bagaimana lagi, dengan berunding bersama 6 orang lainnya disepakati kita kolektif untuk biaya tersebut, dan itu harus, dengan bantuan, seorang dari mereka menjadi donatur sementara.

Tak lama berselang  hardtop itu tiba dengan sorot mata bulat terang menyapa wajah orang asing tersebut satu persatu pun naik, orang asing itu duduk di depan bersama dia yang membawa kamera. memulai perjalanan dengan mengambil gambar. cekrek. flash kamera menyala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s